COBA1

 

SMAN 4 MATARAM

SMAN 4 MATARAM

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Kamis, 28 Desember 2017 01:14

Prestasi

PRESTASI Sekolah
PERIODE 2007 s/d 2017

  • Juara Umum Olimpiade Sains (IMO, IPHO, IBO, ICHO, Informatika dan Astronomi) Tingkat Kabupaten Tahun 2007
  • Juara 1 Karya Ilmiah Remaja Tingkat Provinsi Tahun 2007.
  • Juara III Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional tahun 2008.
  • Juara I Siswa Teladan/Berprestasi Tingkat Provinsi tahun 2008.
  • Juara I LKS Bidang Otomotif Tingkat Provinsi tahun 2009.
  • Juara III LKS Bidang Otomotif Tingkat Nasional tahun 2009.
  • Juara II Lomba Paskribaka Tingkat Provinsi tahun 2011.
  • Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi tahun 2017.
Kamis, 28 Desember 2017 01:08

Sarana dan Prasarana

 Lab Komputer 2

LABORATORIUM KOMPUTER

 

Lab Biologi

LABORATORIUM BIOLOGI

Ruang Guru

RUANG GURU

 

Ruang Kelas

RUANG KELAS

 

UKS

RUANG UKS

 

Perpustakaan

RUANG PERPUSTAKAAN

 

Lapangan Upacara2

LAPANGAN UPACARA

 

Lapangan Basket2

LAPANGAN BASKET

 

Halaman

HALAMAN SEKOLAH

 

Bangunan sekolah

BANGUNAN KELAS

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan catatan akhir tahun pendidikan di 2017.

Salah satunya yaitu, dari pengamatan kualitatif FSGI, kekerasan di dunia pendidikan terlihat semakin masif dan mengerikan sepanjang tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriawan Salim menyebutkan beberapa diantaranya yaitu siswa kelas 3 SD di Sukabumi bernama SR (9 tahun) yang tewas setelah terlibat perkelahian dengan temannya di belakang sekolah.

Meski berdasarkan autopsi, kematian SR bukan disebabkan pukulan temannya, namun pukulan tersebut mengakibatkan SR terjatuh dan pingsan.

"Karena SR memiliki sakit bawaan berupa pengentalan darah, maka posisi jatuh tersebut mengakibatkan darah yang kental tak bisa mengalir secara lancar," katanya dalam sebuah diskusi di LBH, Jakarta, Selasa (26/12/2017).

(Baca juga: Berkelahi dengan Temannya, Siswa SD di Sukabumi Tewas)

Satriawan menyebut kasus lain yang terjadi di Lombok Barat, di mana terjadi pemukulan terhadap sejumlah siswa yang kerap dilakukan oleh seorang guru.

Ironisnya, guru yang kerap melakukan pemukulan tersebut justru menjadi "andalan" kepala sekolah untuk "mendisiplinkan" siswa di sekolah itu.

Sejumlah video kekerasan juga sempat viral sepanjang 2017. Salah satunya yakni video yang memperlihatkan seorang guru yang menampar empat siswi di Maluku Tenggara Barat.

Kemudian ada video pemukulan siswa di Pontianak.

Kekerasan juga terjadi di luar sekolah, namun masih menyasar para pelajar. Pelakunya bahkan merupakan para senior dan alumni, seperti yang terjadi di kasus gladiator Bogor.

Kasus gladiator Bogor yang melibatkan siswa dan alumni dari SMA Budi Mulia dan SMA Mardiyuana tersebut menewaskan Hilarius.

(Baca juga: Maria Kisahkan Anaknya Dihajar Tanpa Ampun hingga Tewas dalam Duel ala Gladiator)

"Yang terakhir terjadi di Rumpin, yang menewaskan MRS karena luka bacok dan mengakibatkan korban meninggal kehabisan darah," ujar Satriawan.

FSGI menyayangkan masifnya kekerasan di dunia pendidikan. Menurut Satriawan, semestinya sekolah menjadi tempat yang aman baik bagi siswa maupun guru.

"Tapi ini terbalik. Sekolah menjadi tempat yang tidak aman, karena tidak hanya bullying tapi juga kekerasan fisik bahkan pembunuhan, itu terjadi di sekolah, bahkan pelakunya justru guru sendiri," kata dia.

Seharusnya, sekolah menjadi tempat yang aman sebagaimana analoginya sebagai rumah kedua.

Satriawan menyampaikan, FSGI pun memberikan masukan agar guru-guru diberi pelatihan cara mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.

Pasalnya, menurut dia, banyak guru dan kepala sekolah yang gagap dalam menghadapi kekerasan di sekolah.

Selain itu, pemerintah diharapkan melakukan percepatan dan sosialiasi program sekolah ramah anak.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2017/12/26/17513181/federasi-serikat-guru-2017-kekerasan-di-dunia-pendidikan-makin-masif

Rabu, 07 September 2016 18:15

Visi dan Misi Sekolah

Visi

Terwujudnya sekolah yang menghasilkan  lulusan berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai  Kebenaran, Kejujuran dan Integritas

 

Misi

Menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berilmu pengetahuan luas, menguasai teknologi, dan bermoral dengan mengamalkan budi pekerti luhur, demi terciptanya masyarakat Indonesia yang maju , religius, dan berbudaya.

Dengan Indikator :

1. Mengembangkan pemahaman diri bagi setiap individu terhadap potensi, kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta peluang untuk pengembangannya

2. Memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan baik yang berkenaan dengan Imtaq maupun IPTEK

3. Meningkatkan keterampilan sesuai dengan bidangnya masing-masing agar dapat berperan aktif didalam membangun bangsa dan negara Membina rasa kebersamaan dan saling membutuhkan tanpa diskriminasi agar mampu hidup di era kesejagatan / Globalisasi di mana kita harus bisa menerima kenyataan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan kita dengan segala perbedaan

4. Membekali diri dengan keterampilan hidup bermasyarakat yang beragam yang mampu memanfaatkan keragaman sebagai suatu kekayaan  dalam membangun bangsa dan negara sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi informasi agar mampu bersaing

 

Tujuan  Sekolah

Tujuan sekolah yang ingin dicapai adalah :

  • Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Menanamkan akhlak dan budi pekerti yang luhur
  • Menciptakan prilaku siswa yang menerima keberagaman dalam kehidupan sosialnya
  • Menanamkan prilaku disiplin untuk meningkatkan prestasi dan keterampilan yang mampu untuk bersaing
  • Meningkatkan mutu lulusan yang mampu mengisi pembangunan

 

Motto Sekolah

Motto SMA Negeri 4 Mataram adalah “MEMEBERIKAN YANG TERBAIK”